1. Perhatikan gambar berikut.
Sebuah bola yang ditendang dari sebuah panggung setinggi 1,2 m dengan kelajuan awal 10 m/s dan sudut elevasi θ = 30o terhadap horisontal sehingga membentuk gerak parabola. Jarak mendatar l yang di tempuh bola ketika bola tersebut mengenai tanah adalah ….
A. 6,8 m
B. 7,5 m
C. 9,0 m
D. 10,4 m
E. 11,2 m
2. Sebuah peluru ditembakkan dengan arah horizontal pada kecepatan awal v dan dari ketinggian h dari permukaan tanah.
(1) Kecepatan awal v
(2) Ketinggian h
(3) Percepatan gravitasi
(4) Massa peluru
Jika gesekan dengan udara diabaikan, jarak horizontal yang ditempuh peluru bergantung pada besaran nomor ….
A. (4)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (1), (2), dan (3)
E. (1), (2), (3), dan (4)
3. Seorang pemain ski melompat dengan sudut 37o dan kelajuan vo = 10 m/s, kemudian ia mendarat dan menempuh jarak sejauh d pada bidang miring seperti gambar di bawah ini.
Jika sudut kemiringan bidang 37o, jarak d yang ditempuh adalah …. (asumsikan g = 10 m/s2 dan sin 37o = 0,6)
A. 24 m
B. 20 m
C. 16 m
D. 12 m
E. 8 m
4. Perhatikan gambar berikut :
Sebuah pesawat terbang bergerak mendatar dengan kecepatan 200 m/s melepaskan bom dari ketinggian 500 m. Jika bom jatuh di B dan g = 10 m/s2, maka jarak AB adalah ….
A. 500 m
B. 1.000 m
C. 1.500 m
D. 1.750 m
E. 2.000 m
5. Sebuah mobik hendak menyeberangi sebuah parit yang lebarnya 4,0 meter. Perbedaan tinggi antara kedua parit itu adalah 15 cm seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.
Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s2 , maka besarnya kelajuan minimum yang diperlukan oleh mobil tersebut agar penyeberangan mobil itu tepat dapat berlangsung adalah ….
A. 10 m/s
B. 15 m/s
C. 17 m/s
D. 20 m/s
E. 23 m/s
6. Peluru ditembakkan dari tanah condong ke atas dengan kecepatan v dan sudut elevasi 45o, dan mengenai sasaran di tanah yang jarak mendatarnya sejauh 2 x 105 m. Bila percepatan gravitasi 10 m/s2, maka nilai v adalah ….
A. 7,0 x 102 m/s
B. 1,4 x 103 m/s
C. 2,1 x 103 m/s
D. 3,5 x 103 m/s
E. 4,9 x 103 m/s
7. Sebuah peluru ditembakkan dengan sudut α. Jika jarak terjauh peluru sama dengan tinggi maskimumnya, maka nilai tan α adalah ….
A. 1
B. √3
C. 2
D. √6
E. 4
KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam
berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan kawasan internasional”.
KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif,
serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B.Kompetensi
Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
3.5. Menganalisis gerak parabola dengan
menggunakan vektor, berikut makna fisisnya
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
·Mengamati
simulasi ilustrasi/demonstrasi/video gerak parabola yang aktual dijumpai di
kehidupan sehari-hari
·Mendiskusikan
vektor posisi, kecepatan gerak dua dimensi pada gerak parabola, hubungan
posisi dengan kecepatan pada gerak parabola
·Menganalisis
besaran perpindahan, kecepatan, dan percepatan pada gerak lurus dengan
menggunakan vektor.
·Menganalisis
besaran kecepatan dan percepatan pada gerak melingkar dengan menggunakan
vektor.
·Menganalisis
besaran perpindahan dan kecepatan pada gerak parabola dengan menggunakan
vektor tangensial dan percepatan sentripetal pada gerak melingkar
·Menganalisis
dan memprediksi posisi dan kecepatan pada titik tertentu berdasarkan
pengolahan data percobaan gerak parabola.
4.5. Mempresentasikan data hasil percobaan
gerak parabola dan makna fisisnya
·Menyajikan
hasil pengolahan dan anlisan data hasil percobaan tentang besaran perpindahan, kecepatan, dan
percepatan pada gerak lurus dengan menggunakan vektor.
·Menyajikan
hasil pengolahan dan anlisan data hasil percobaan tentang besaran kecepatan dan percepatan
pada gerak melingkar dengan menggunakan vektor.
·Menyajikan
hasil pengolahan dan anlisan data hasil percobaan tentang besaran perpindahan dan kecepatan
pada gerak parabola dengan menggunakan vektor tangensial dan percepatan
sentripetal pada gerak melingkar
·Mempresentasikan hasil kegiatan diskusi
kelompok tentang penyelesaian masalah
gerak parabola
MATERI GERAK PARABOLA
Apa itu gerak parabola ?
Gerak parabola adalah gerak yang memiliki lintasan melengkung. Ketika membentuk lintasan melengkung, tentunya akan membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh gerak lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal dan gerak lurus beraturan pada sumbu horizontal.
(Credit Picture : voer.edu.vn)
Contoh gerak parabola :
lintasan yang terbentuk ketika bola ditendang
lintasa pada peluru meriam yang ditembakkan
lintasan yang terbentuk saat seorang pemain melakukan shooting bola basket
lintasan yang terbentuk ketika seorang pemain golf mengayunkan stick pada bola golf.
Rumus-rumus gerak parabola
Gerak parabola sering juga disebut dengan gerak peluru, karena penjabaran rumus-rumus gerak parabola dilakukan dengan menganalisa atau mengamati lintas yang terbentuk akibat sebuah projektil peluru yang ditembakkan.
Dalam menjabarkan rumus-rumus gerak parabola, kita dapat melihat dua macam gerak yang terjadi, yaitu :
Gerak Horizontal (sumbu x) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Beraturan(GLB). Kecepatan pada GLB adalah konstan
Gerak Vertikal (sumbu y) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Berubah Beraturan(GLBB). Pada GLBB kecepatan berubah karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi
Sekarang kita akan menjabarkan rumus-rumus gerak parabola berdasarkan titik-titik yang dilalui :
1. Pada titik awal
Sebuah peluru yang ditembakkan tentunya memiliki kecepatan awal, dan ketika membentuk lintasan melengkung pastinya terdapat sudut yang dibentuk. Oleh karena itu, kita harus memasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal.
Dengan demikian kita mendapatkan persamaan kecepatan awal untuk gerak horisontal (V0x) dan vertikal (V0y) sebagai berikut :
a. Kecepatan awal pada gerak horisontal (V0x)
V0x = V0 cos θ
b. Kecepatan awal pada gerak vertikal (V0y)
V0y = V0 sin θ
c. Kecepatan awal (V0)
V0 = √V0x + V0y
Keterangan
V0 adalah kecepatan awal
V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
θ adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif
2. Pada titik A
Seperti yang telah dikemukakan di atas, gerak pada sumbu x kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan (GLB). Maka untuk kecepatan Vx sama dengan kecepatan V0x, sedangkan untuk Vy terpengaruhi oleh gravitasi yang menarik benda ke bawah(GLBB), sehingga kecepatan berkurang.
Untuk jarak horizontal digunaka rumus jarak Gerak Lurus Beraturan, sedangkan untuk jarak vertikal atau tinggi dicari menggunkan rumus jarak Gerak Lurus Berubah Beraturan.
Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :
a. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ
b. Kecepatan pada sumbu y
Vy = V0y - gt
Vy = V0 sin θ - gt
c. Jarak pada sumbu x
X = V0x . t
d. Jarak pada sumbu y
Y = V0y . t -
12
gt2
Keterangan
V0 adalah kecepatan awal
V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
Vx adalah kecepatan pada sumbu x
V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
Vy adalah kecepatan pada sumbu y
g adalah gravitasi
t adalah waktu tempuh
θ adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif
X adalah jarak terhadap sumbu x
Y adalah jarak terhadap sumbu y
3. Pada titik B
Titik B ini adalah titik tertinggi dimana kita simbolkan sebagai ymaks atau h. Agar sebuah benda dapat mencapai ketinggian maksimum maka syaratnya adalah Vy = 0, maka kecepatan pada titik tertinggi adalah kecepatan pada sumbu x (Vx ).
Berikut ini beberapa persamaan yang dapat kita rumuskan ketika melalui titik B (titik maksimum) :
A. Titik tertinggi yang bisa dicapai
h =
V0y22g
h =
V02 sin2 θ2g
B. Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B)
Vy = 0
Vy = V0y - gt
0 = V0 sin θ - gt
t =
(V0 x sin θ)g
t =
V0yg
C. Jarak horizontal dari titik awal sampai titik B
X = V0x x t
X = V0 cos θ x
V0 sin θg
X =
V02 x cos θ x sin θg
X =
V02 x sin 2θg
Keterangan
V0 adalah kecepatan awal
V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
Vx adalah kecepatan pada sumbu x
V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
Vy adalah kecepatan pada sumbu y
g adalah gravitasi
t adalah waktu tempuh
X adalah jarak terhadap sumbu x
h adalah tinggi maksimum
4. Pada titik C
Untuk gerak parabola pada titik C sama seperti gerak parabola pada titik A. Perbedaanya adalah gerak gravitasi yang bernilai positif karena menuju ke bawah.
Karena dikatakan sama seperti melalui titik A, maka gerak pada sumbu x tetap menggunakan GLB dan untuk y menggunakan GLBB (namun gravitasinya bernilai positif).
Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :
A. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ
B. Kecepatan pada sumbu y
Vy = V0y + gt
Vy = V0 sin θ + gt
5. Pada titik D
Titik D ini adalah jarak terjauh yang dilalui oleh sebuah benda yang melakukan gerak parabola. Pada gambar kita simbolkan jarah terjauh ini dengan simbol Xmaks. Jarak maksimum ini bisa juga dikatakan jarah sebuah objek kembali ke tanah setelah objek tersebut melakukan gerak parabola.
Waktu yang diperlukan sebuah benda untuk sampai ke tanah adalah 2 kali waktu benda tersebut untuk mencapai jarak ketika berada di titik tertinggi.
Berikut ini beberapa persamaan gerak parabola pada titik D :
A. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 . cos θ
B. Kecepatan pada sumbu y
Vy = V0 sin θ + gt
C. Waktu yang diperlukan sampai ke tanah (titik D)
t = 2.
V0yg
t =
2 . V0 . sin θg
D. Jarak maksimum (Jarak dari awal bola bergerak sampai titik D)
Xmaks =